Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Sosialisasikan BPJS Kesehatan Bagi Pegawai Non-PNS

Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Sosialisasikan BPJS Kesehatan Bagi Pegawai Non-PNS

Bangka,30/8/2019.Pegawai NON PNS di lingkungan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti Sosialisasi Jaminan Kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Babel ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pangkalpinang. Mengawali sosialisasi BPJS, Kabag AUK IAIN SAS Babel Amir Hamzah,M.Pd.I mengatakan bahwa keberadaan program jaminan kesehatan pemerintah ini sangat membantu warga kurang mampu yang berobat ke rumah sakit. "Melalui iuran dari Bapak Ibu ini akan sangat berguna bagi saudara kita yang sakit," paparnya.

Sebagai institusi pendidikan yang taat pada peraturan dan hukum yang berlaku, IAIN SAS Babel sedang menjajaki keikutsertaan pegawainya dalam keanggotaan BPJS Kesehatan.Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan yang menyatakan bahwa keanggotaan BPJS bersifat wajib. Warga negara yang tidak mengikuti BPJS dan pemberi kerja yang tidak mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Acara ini menghadirkan Yulis Dina Natalia (Kepala Bidang Kepersetaan BPJS Pangkalpinang) sebagai narasumber. Beliau mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pegawai yang ada di lingkungan IAIN SAS Babel dapat didaftarkan oleh lembaga kampus IAIN SAS Babel sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan, karyawan perusahaan termasuk perserta Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha Swasta yang dikenai tarif BPJS Kesehatan sebesar 5% dari upah per bulan, dengan ketentuan 4% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar karyawan lewat potong gaji.
"Iuran itu dibayarkan setara dengan premi untuk lima orang anggota keluarga (karyawan, suami/istri, dan tiga anak). Jika tanggungan lebih dari empat orang, misalnya orangtua atau mertua karyawan wajib membayar 1% iuran tambahan per orang," ucapnya.

Acara yang diinisiasi oleh Kasubbag Humas dan Kerjasama IAIN SAS Babel ini berlangsung sangat interaktif, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait dengan teknis penjaminan kesehatan yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Selain pertanyaan, cukup banyak juga masukkan yang diberikan dari dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan IAIN SAS Babel ini.

Berita Lainnya :